Senin, 07 Desember 2009

Peluh dan Luka

Sumber: volkanyazar.blogspot.com

Sang surya berpancar begitu kuatnya
Untaian titik sinar memeluhkan kulit
Aku menangkasa dan merebahkan sayap
Dengan sejumput asa tersisa aku mencari perteduhan

Akhirnya aku menemukan sebuah pohon rindang
Sebuah hijau di tengah gersangnya gurun
Aku mencoba meletakkan kaki kecilku pada rantingnya
Dan aku rasakan sejuk menggetarkan raga

Tidak ada lagi yang dapat aku unjukkan
Selain sebuah rasa syukur menggema
Serasa aku terlepaskan dari belengguku
Terbebas dari dahagaku

Dan kutemukan sebuah kembang yang tengah mekar
Menampilkan putik yang berseri
Aku pun mencoba menghisap madunya dari mulutku
Dan rasa itu kembali merasuki hati

Aku merasa raga kembali
Jiwa jiwa bergerak lagi

Walau aku pun sadar sayapku masih terluka
Aku sadar aku pun harus kembali terbang
Dan aku pun kembali bersemangat mengarungi bumi
Serta mencari jalanku lagi

*Dituliskan di ruang AToMA dan mendapatkan inspirasi di lorong Perpustakaan Klara Asisi.

Sabtu, 05 Desember 2009

90an: Apa Koleksimu?

Anak kecil pada tahun 90an adalah anak yang gemar mengoleksi sesuatu. Sesuatu yang dikumpulkan ini akan menjadi sesuatu yang sangat berharga, menaikkan jati dirinya di mata teman-temannya (alias untuk pamer). Tetapi kalau dipikir-pikir koleksi itu minta ampun membuat malu hehehe...

Ini beberapa hal yang masih saya ingat tentang koleksi tersebut:
1. Koleksi Komik. Buku Doraemon, Kariage Kun, Kobo Chan, Kungfu Boy, menjadi komik-komik legenda saat itu. Sepertinya sangat ketinggalan jaman jika tidak mengoleksi komik-komik ini. Saya masih ingat, saat itu 1992an, harga komik masih Rp3500,00 (kini konon sudah Rp15.000?). Di SD dan SMP saya dulu, ada masa yang namanya "Membawa Buku Bebas" suatu masa setelah ulangan umum cawu ke penerimaan rapor, siswa diperbolehkan membawa buku ceriteranya. Dan komik-komik pun bertebaran.


Tazos, hadiah dari Chiki dan Cheetos saat itu Sumber: http://3.bp.blogspot.com

2. Tazos dan Chikitos. Wuih, ini koleksi yang juga heboh saat itu. Mengoleksi tazos, suatu lempeng plastik beralur yang dapat dipasang-pasang atau dibuat adu jauh dengan melemparnya seperti gasing. Dan koleksi ini tentu mendapatkan kecaman dari ibu saya. Uang jajan saya per harinya dihabiskan untuk membeli chiki dan cheetos, demi mendapatkan mainan tazos ini. Dan alhasil, faringitis.

3. Kartu NBA dan sejenisnya. Saat itu koleksi kartu-kartu semacam ini dijual dengan bungkusan-bungkusan yang kita tidak tahu apa isinya. Setelah dibeli kemudian ditempel di albumnya. Dan koleksi ini cukup mahal, menguras kocek. Oh ya ada satu lagi koleksi saya yaitu kartu Jagoan Neon, permen yang dapat merubah warna lidah. Mengoleksi kartu dengan huruf-huruf karakternya, Kojak, Tomcat, Punk, Flash.

4. Koleksi Uang 100 Emisi 1990. Disertai dengan rumor heboh saat itu bahwa koin 100 perak keluaran 1990 terbuat dari emas yang bisa dilebur jadi perhiasan. Seingat saya, saya dulu punya koleksi 100 perak dekil, yang akhirnya-tidak-pernah-jadi-dilebur-menjadi-perhiasan.

Permen Karet Yosan

5. YOSAN. Sebenarnya saya lupa nama permen karet ini. Yang saya ingat dulu ada permen karet kecil, rasanya enak, dengan warna yang menarik dan ber"hadiah" tulisan-tulisan begitu. Ehm, saya dulu sempat mengoleksi semuanya ga ya?

6. Penghapus Twister. Lagi-lagi snack. Yup, snack twister rasa jagung panggang, dulunya berhadiah penghapus karet dengan bentuk-bentuk menarik. Semakin banyak koleksinya, semakin hebat."


7. Koleksi kaset lagu. Kini tampaknya kaset lagu sudah semakin terpuruk. Saya masih ingat dulu ada koleksi lagu0lagunya Puput Melati, Enno Lerian, Ria Enes dan Susan, Melisa dengan abang tukang baso, Bondan Prakoso. Saya masih bersyukur, lagu anak-anak masa saya bukan Samsons, apalagi Kangen Band dan ST12. =)

Buku Pintar


8. Koleksi buku dewa. Sepertinya sekarang sudah makin menurun buku-buku ini. Dulu saya masih ada buku RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap), RPAL (Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap), Buku Pintarnya Om Iwan Gayo baik Seri Junior dan Senior, dan Buku Cerdas. Saya masih ingat dulu saya menggunakan buku ini sambil nonton kuis Tak Tik Boomnya Dede Yusuf dan Cerdas Cermat di TVRI.

9. Gimbot alias Gamewatch. Dulu saya sempat punya satu, gimbot tetris. Yang sebenarnya kalau dipikir-pikir bisa membodohi diri sendiri. Mengapa? Soalnya gimbot dulu bisa ngomong "Bego Lu! Oke juga lu!" Mungkin kalau tag ini muncul di NDS atau PSP bisa bikin keki gamer kali ya. Hihihi....

Kenangan 90an memang tidak terlupakan!

Jumat, 04 Desember 2009

90an: Antara Belalang Tempur dan Pedang Matahari

Jangan pernah ganggu saya di tiap petang setiap harinya. Saya yang buru-buru setelah kursus bahasa Inggris di Mami Shelly akan menatap teve dan membuka saluran RCTI. Apalagi kalau bukan Ksatria Baja Hitam.

Kotaro Minami!

Ksatria baja hitam atau KBH atau 仮面ライダーBLACK (Kamen Raidā Burakku) adalah salah satu favorit saya pada masa itu. Saya masih ingat saya sempat memiliki satu topengnya dan dulu piawai dalam menirukan gerak-gerik heroiknya Kotaro Minami. Kotaro Minami adalah orang yang lahir pada saat sesuatu terjadi pada tata surya (saya lupa pada kejadian apa tepatnya) kemudian ahrus menghadapi Gorgom sebagai musuhnya.

Kemudian dia juga memiliki atribut-atribut seperti belalang tempur, pedang matahari, dan batu yang dapat berubah. Setelah itu sampai ketika ia menjadi KBH RX dengan kekuatan yang lebih dahsyat dengan Tendangan Maut sebagai andalannya. Sebuah tayangan yang sangat menghibur saat itu.

Saya ingat saat itu. saya rajin mencatat nama-nama episodenya dan musuh yang dikalahkan pada tayangan saat itu kemudian menceritakannya kepada teman-teman. Kemudian membaca resensi film yang akan tayang di majalah Bobo pun selalu dinanti.

Dan ketika mendengar lagu sulih suaranya saya menjadi teringat lagi.

"Wake up, Wake up, Wake up, Sinar terang, Dirimu, Selimuti diri, Jadilah, Hai engkau, Seorang ksatria!!!"

Sudah Menua: Sebuah Kenangan Kala 1990an

Tulisan ini terinspirasi ketika saya tak sengaja berselancar dan menemukan lirik lagu-lagu film tokusatsu (film heroik a la Jepang) yang pernah merajai kepala anak-anak 1990an di kala itu. Mungkin kini anak-anak 1990an tersebut sudah menjadi dewasa mula atau remaja akhir saat ini. Dan tentunya hal ini membuat saya tersenyum simpul ketika otak ini dibawa berputar di masa itu.

Banyak sekali hal-hal yang sangat berubah bila dibandingkan hari ini yang merupakan satu dekade ke depan. Dari mulai gaya hidup, keadaan, teknologi, kesenangan saat itu. Memang masa itu beruba, begitu pula dengan masa ayah saya dengan saya tentu berbeda. Dan saya ingin sekali lagi membuka pikiran saya akan masa-masa itu. Mungkin bisa dituliskan dalam beberapa tulisan.

Dan tulisan itu pun dimulai!

Rabu, 02 Desember 2009

Techno-freak, Hi-tech, and Vice Verca

Hari ketiga di IKM... Hm, sebenarnya masih seperti kemarin-kemarin saja. Datang pagi, bicara-bicara, pulang. *Horrayy...* Pada pagi hari tiba-tiba saya dipanggil oleh salah satu staff departemen. "Ada Andreas?" Sebenarnya saya tidak begitu ngeh bahwa saya yang dipanggil. Memang dasar saya, karena terbiasa sudah dengan nama Hau atau Erick, nama Andreas tampak luntur.

"Oh saya dok.", jawab saya. Saya masuk ke dalam ruangan staf. Kemudian dokternya berkomentar, "Saya dengar kamu itu hi-tech." (Hitech merek telepon seluler? Haha...). Oh, ternyata staf tersebut meminta saya untuk membuat movie-maker (kalau di kepala saya udah jadi iMovie ^^). Maksudnya membuat video untuk ditayangkan pada sidang pengukuhan salah satu calon guru besar kampus.

Tak pelak, ketika saya berdiskusi dengan salah satu pembimbing, saya juga dibilang dapat melakukan hacking pada data warnet (Ceritanya, bagaimana caranya menanyakan situs apa saja yang dibuka oleh remaja salah satu RW dalam rangka mencari data mengenai kehidupan kesehatan reproduksi dan seksual). Hacking? Apakah saya hacker (peretas, dalam Bahasa Indonesia)?

Apakah benar saya itu hi-tech?

Masa lalu...
Sebenarnya saya sudah mengenal komputer ketika saya di TKK. Saya masih ingat permainan yang menjadi favorit saya adalah Peta Buta dan Puzzle yang tersimpan di dua floppy 5.25". Saya lupa bagaimana awal mulanya, yang jelas kata ibu saya, dia yang mengajarkan dan memperkenalkan komputer kepada saya.

Kemudian maju ke dalam masa-masanya game Prince of Persia, Pac Man, Doom (kecil-kecil main Doom!) dll. Namun tak hanya itu saya juga diperkenalkan DOS dan pengolah kata Word Star 5.0 yang dipakai untuk mengetikkan surat-surat ayah. Setelah jaman mulai berkembang dan permainan komputer semakin menarik, saya meminta untuk membelikan salah satu komputer untuk saya sendiri. ^^ Akhirnya dibelikan, entah saya lupa spesifikasinya. Selain itu saya diperkenalkan juga Lotus 123 yang merupakan cikal bakal dari Microsoft Excel. Dan beberapa program DOS seperti Norton Command, dan lainnya.

Ya, saya cukup banyak bergumul dengan teknologi komputer ini. Bahkan di saat SMP saya baru mendapat pelajaran komputer secara formal, itupun hanya belajar Word Star 7.0 (hari gini...) dan Microsoft Word dan Excel.

Seberapa Tekno?
Ketika SMA, saya sempat jatuh dan sedikit membenci pelajaran komputer. Bagaimana tidak, orang daerah seperti saya harus belajar bahasa pemrograman semacam Pascal. Pengetahuan dasar programming saja saya tak punya. Tapi saya berhasil lulus-lulus saja walaupun dengan nilai yang pas-pasan.

Riwayat saya di dunia ini berkembang lagi setelah belajar mengenai web, dimulai dari Front Page, belajar Dreamweaver, bahasa web, hingga membuat web Final Fantasy Indonesia Online yang sempat selama 5 tahun menjadi komunitas FF di Indonesia yang kini sudah almarhum. Saya sempat diajak oleh teman untuk ikut lomba web di Gonzaga lalu mulai dipanggil untuk menjadi kepala bagian web di Canicomp kegiatan ekskul bidang komputer di Kanisius. Setelah itu pun saya meneruskan karir saya di AToMA, FKUAJ hingga menjadi bidang IT di Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Wilayah II. Saya mensyukuri akan karir yang sudah saya jalani ini.

Dan saya ingin menjadi dokter dengan sesuatu yang berbeda.

*Sembari mencari inspirasi membuat video untuk sidang pengukuhan Prof. Yvonne ^^