Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

Menerbitkan Buku: Satu Impian yang Tercapai

Saya masih ingat dulu ketika berbicara dengan rekan saya, Bimo, bahwa saya memiliki impian untuk bisa menerbitkan buku dimana saya yang menulisnya. Saya kira itu sudah sangat lama, dan pada awal tahun ini impian itu bersambut. Ada rekan penerbit ternama yang mau menerbitkan tulisan-tulisan kami yang dituliskan di web tanyadokteranda.com (kini tanyadok.com). Oh Yesus, ini salah satu mimpi saya.

Saya kira, tidak ada suatu kesenangan yang lebih luar biasa bagi seorang penulis selain tulisannya diterbitkan bagi khalayak luas, apalagi tulisan itu terbit ke dalam media yang lebih abadi yaitu sebuah buku.

Memang ini bukanlah kali pertama tulisan saya dimuat di media masa. Saya ingat pada masa tahun 2000an awal, saya gemar sekali menuliskan surat pembaca ke dalam majalah game (Digigame dan HotGame), saya dulu masih kerap menggunakan nama samaran seperti v01d3m0rt (alay karena waktu itu lagi panasnya soal novel Harry Potter pertama) dan Zidane Tribal (tokoh dari Final Fantasy IX). Saya amat senang tak kepalang, ketika tulisan yang saya kirimkan melalui faksimili kantor itu dimuat! Sungguh sangat senang. Padahal itu baru saja surat pembaca toh.

Salah satu lompatan juga bagi saya adalah dimuatnya tulisan walkthrough (panduan game) Final Fantasy VIII dalam majalah by product HotGame yaitu edisi khusus Final Fantasy. Saya masih ingat saya mengirimkan tulisan melalui disket floppy 3.5" dan saya mendapatkan honorarium (sekitar 100.000 atau 200.000 rupiah) melalui wesel pos. Saat itu sepertinya tahun 2001-2002, saat saya SMP.

Saat saya SMA, saya pun aktif membangun web komunitas Final Fantasy Indonesia Online yang kini sudah terkubur. Saya bisa dibilang saat itu salah satu pentolan fans Final Fantasy di Indonesia. Saya aktif menulis di majalah Final Fantasy World, menulis kisah karakter dan artikel fitur mengenai Final Fantasy.

Setelah itu saya tersadar bahwa hidup saya semakin spesifik ketika saya masuk ke dalam Fakultas Kedokteran. Maka banyak tulisan-tulisan saya mengenai dunia kesehatan. Beberapa tulisan saya pun dimuat dalam beberapa media (Intisari Extra "Sehat" Februari 2012, Majalah Arue Juni 2012 dari Keluarga Ordo Dominikan Pontianak), dan beberapa tulisan ilmiah di Cermin Dunia Kedokteran.

Saya pun bergabung dengan rekan-rekan di TanyaDokterAnda.com dan bekerja sebagai editorial, sehingga saya cukup produktif menulis. Dan akhirnya tulisan-tulisan ini dapat dimuat dan dipublikasikan massal ke seluruh Indonesia melalui buku 58 QA Diet, Makanan, dan Suplemen. Saya tak percaya bahwa ada sepotong halaman foto dan diri saya di dalam rak Gramedia, walau pada kover semua tergabung dalam Tim DokterAnda. Siapa yang menyangka.

Dengan buku pertamaku :)


Ini pun menjadi satu batu loncatan dan tercontrengnya salah satu impian dari hidup saya. Saya pun ingin sekali membuat buku lainnya dan mungkin saja dengan nama saya terpampang pada kovernya.

Tulisan yang diterbitkan bagi seorang penulis adalah suatu orgasme aktualisasi dari dalam dirinya. Ide-idenya tersebar ke penjuru masyarakat, dan tentunya akan lebih baik bila idenya tersebut berfaedah bagi mereka yang menikmati setiap guratan tulisannya.

Tulisan di Majalah Arue, Juni 2012

Yeay! Mom, I'm in the book!

Kamis, 01 Maret 2012

Artikel Pertamaku di Intisari: Yeay!

Setelah bergalau tadi, saya jadi lupa bercerita tentang suatu hal yang penting. :)
Tenang saja, kali ini tidak tentang galau lagi kok.

Ini adalah tentang artikel saya yang dimuat di Intisari Extra "Sehat" pada Februari 2012.
Sebenarnya tulis menulis ini juga tidak sengaja. Kebetulan saya sedang membaca Intisari Januari 2012 dan ada rasa kepingin menulis lagi, dan saya menantang diri saya untuk mencoba menulis di publikasi nasional. Sudah lama sekali saya tidak menulis di media cetak, terakhir adalah saat di Kompas Kampus Agustus 2010, itu juga bersyukur sekali dan tidak menyangka diterima.

Saya menghubungi salah satu penulisnya dan kemudian dihubungkan kepada redakturnya. Dan ternyata ada lowongan untuk menulis sebuah artikel untuk Februari 2012. Senang tak kepalang. Saya mencoba-coba dan apalagi isinya adalah tentang humaniora.

Dan katanya artikel saya diterima. Saya tak sabar menunggu untuk diterbitkannya majalah itu. Dan... ternyata salah seorang teman, Stevani, mengirimkan BBM gambar dari artikel saya. Jrengg!!! Oh Tuhan, itu artikel saya! "Mengabdi di Bawah Sumpah".

Dan foto saya dipajang hampir setengah (saya hampir pingsan). Dan ada foto saya dan teman yang saya publikasikan juga hehehe, dan sebelumnya tanpa sepengetahuan mereka. Ups. =P

Mudah-mudahan saya dapat terus memegang idealisme saya, seperti yang saya tuliskan... - Amin



Rabu, 17 Agustus 2011

Penjajahan Kesehatan (Kompas, 24 Agustus 2010)

Mengingat 17 Agustus-an, saya jadi teringat bahwa tahun lalu saya pernah menulis untuk rubrik Argumentasi di Kompas. Dan tanpa terkira, artikel tersebut masuk di Kompas Kampus di 24 Agustus 2010. Dan artikel ini juga belum terdokumentasi di web ini :) Ah, sudah lama ya 1 tahun yang lalu.


Rabu, 10 Agustus 2011

Konferensi Pers Pertamaku

Hari ini adalah hari pertama saya sebagai jurnalis, mengerjakan tugas jurnalis sungguhan, dengan teknik yang amatiran, pas-pasan. Pastinya hal ini membuat Anda berpikir, ada dunia runtuh apa ini, saya yang seorang calon dokter malahan beralih menjadi seorang jurnalis.

Saya dan rekan, Peter, ditugaskan dari tempat bekerja saya untuk meliput peluncuran salah satu produk di Planet Holywood Jakarta. Saya sudah bersiap dengan laptop di tas ransel, dan kamera SLR pinjaman adik di tangan. Saya tak tahu harus berbuat apa. Saya tak pernah mengikuti konferensi pers. This is my first press conference.

Well, di depan saya adalah wartawan yang sudah senior. Di bajunya ada label atau logo teve-teve nasional. Saya? Saya hanyalah wartawan amatir dari sebuah web. Saya sebenarnya cukup berhingar bingar bahwa saya mengikuti acara sekelas ini. Oh Tuhan, saya adalah manusia yang mudah kagok.

Saya registrasi dan masuk, sembari menunggu dengan rekan saya menunggu. Kemudian mengecek kamera SLR bagaikan wartawan. Nerakanya adalah, gue bukan pengguna SLR. Saya hanya mahfum dengan kamera tempelan Blackberry, atau paling tidak, kamera kantung yang saya sering pinjam dari Michelle. Saya tidak mengerti segala modenya. Dengan walahualam, saya memilih mode nightshot saja. Saya tidak tahu apa-apa, hingga flash di kamera otomatis beraksi. Saya pun berbisik ke Peter, "Kalau konferensi pers, boleh pakai flash? Menganggu tidak?" - Ngek.

Kemudian acara dimulai saya pun mendengar, sambil mencatat bak mahasiswa sedang kuliah. Kemudian pemandu acara mengatakan inilah saatnya bagi wartawan untuk mengabadikan momen. Ini adalah suatu saat yang penting bagi wartawan, mengambil gambar! Saya sering melihat di teve, bahwa wartawan menyemuti orang tertentu lalu mengambil gambar. Saya pun senang, tapi saya pun berkeringat dingin. How can mengambil gambarnya? Dikerubuti orang. Akhirnya saya mengambil kamera saya, mengangkatnya tinggi-tinggi, dan berharap tak ada gambar kepala orang tambahan di gambar yang saya ambil. Saya tidak tahu bagaiman menampilkan gambar di display! Oh Tuhan!

Kemudian ada sesi memotret the ladies, wanita SPG (atau ambasador?) dari produk itu. Saya masih tak berani seperti wartawan lain yang memandu pose mereka. Saya mendapatkan gambar mereka, walau mata mereka tak melihat ke kamera saya, namun lumayan juga kok. :D

Dan pengalaman ini ditutup dengan buka puasa bersama dan pembagian merchandise. Dan lumayan loh, modem yang kata Bimantoro bernilai 500 ribu. Asoy-geboy.