Jumat, 03 Oktober 2008

Converting Cylindrical Lens: Akhirnya! Setelah 1.5 Tahun Berlalu

Topik ini ngga penting buat yang lainnya. Tapi penting buat saya. Seperti mendapatkan revelation alias wahyu.


Sejak semester 4 mengambil Ilmu Penyakit Mata. Saya baru dapat pencerahan hal yang saat itu tidak-dapat-dimengerti-dengan-akal-sehat. Ya, bagaimana bisa. Salah satunya, bagaimana bisa anak semester 4 -yang masing cupu- dan masih berkutat dengan Patologi Anatomi, Patologi Klinik sudah berani-beraninya ambil Ilmu Penyakit Mata yang notabene adalah kuliah semester 8.


Ckckck.... (Patse melafalkannya dengan ce-ka-ce-ka-ce-ka)


Dan akhirnya lulus dengan nilai C. Walau sebenarnya buat saya ini kepahitan, tapi ditimpuk sama orang lain yang saat itu tidak lulus Mata. Wekekkeek


Nama hal yang membuat saya bingung itu adalah:

"Konversi Lensa Silindris pada Penderita Astigmatisme"


Saat itu cuma bermodalkan diktat.

Saat ini juga bermodalkan diktat.


Tulisan diktat.... amburadul (saya rasa tidak perlu mengundang Uthe untuk melafalkannya).
Bongkar buku om Vaughan, General Opthalmology..... NGGA ADA
Bongkar buku Ilmu Penyakit Mata dari PERDAMI.... NGGA ADA juga....


Tanya sama om google... bingung kata kuncinya. Mulai dari "astigmatism lens", "compund astugmatism", "convert cynlindrical lens"... Ngga ketemu. Tapi ujug-ujug ketemu website orang India. Hm! Ada semacam soal untuk ahli optik (optikus?). Tapi.... tidak dijelaskan cara perhitungannya.


Cari lagi ketemu e-book mengenai pemeriksaan mata. Dan...


Ta-Da!

Ada di sana! Dan...
Astagfirullah, ternyata gampang banget >.<


Jadi penyelesainnya begini:
Jika ada hasil pemeriksaan mata -0.50/-0.50x90 (Cara bacanya: lensa sferis -0.5D, lensa silindris -0.5D dengan akses 90 derajat). Maka untuk mengubah lensa silindris ke positif adalah, (dengan perhitungan jembatan keledai):
a. Tambahkan nilai dioptri dari lensa sferis dan silindris. Berarti: -0.5 + -0.5 = -1.00
b. Balik tanda nilai pada lensa silindris. Positif jadi negatif. Negatif jadi positif. Berarti: + 0.5
c. Tambahkan nilai 90 derajat pada aksis lensa silindris. Berarti: 90 + 90 = 180.


Maka (jreng-jreng)
Hasilnya -1.00/+0.50x180 derajat.


Sebenarnya ada perhitungannya dengan diagram salib (cross-diagram) tapi ngga penting kan saya uraikan di sini.....


Gila setelah 1.5 tahun berlalu, baru tahu.... Dosennya pun sepertinya tidak menjelaskan, atau mungkin saya yang tidak perhatikan... Ah, seandainya tahu dari dulu mungkin saya tidak perlu mengulang Mata di semester 7 ini...


0 buah diagnosa diferensial telah diberikan:

Posting Komentar

Para konsulen dipersilahkan menuliskan diagnosa diferensial untuk kasus ini: