Jumat, 27 Februari 2009

Semester Delapan

Hehe, lama juga ya saya sudah tidak membarui post yang ada di blog ini... Hyakhyak....

Ya sebenarnya lagi moodnya tidak cukup untuk mengetik walau banyak buah pikiran di kepala.
Well, hari ini saya sudah menyelesaikan ujian akhir di Semester Padat. Artinya, minggu depan saya sudah akan masuk ke Semester Delapan! Semester Delapan!

Semester delapan adalah semester yang saya yakini menjadi semester terakhir saya di preklinik ini. Dan saya sendiri menyisakan enam mata kuliah saja dari sembilan mata kuliah yang ditawarkan di semster delapan. Artinya juga dalam waktu empat bulan ke depan saya akan masuk ke masa klinik yang dimulai dengan masa kepaniteraan umum atau panum.

Dalam semester baru ini tentunya membawa beberapa harapan dan pandangan yang ada. Mulai harus getol membaca buku-buku klinik supaya paling tidak kepala berisi dengan hal-hal yang ada. Karena saya sendiri tidak ingin maju dengan kepala kosong.

Mengulang juga ilmu-ilmu lawas seperti patologi, farmakologi, dan interna, pediatri, neurologi, dan lainnya. Semoga saya bisa masuk dengan baik!

Semoga!

Minggu, 15 Februari 2009

Ngakak Bersama Caleg

Ini adalah foto-foto yang dikumpulkan oleh rekan-rekan di Kafegaul. Ini menunjukkan rendahnya gaya berkompetisi caleg caleg kita menjelang Pemilu Legislatif April mendatang. Mari ngakak bersama caleg. Foto-foto yang ada adalah karya dari rekan di KG bukan asli karya saya.


Saya mencoba mengerti maksud iklan ini tapi...
Ada apa dengan kepala orang ini?


Ehm gayanya... Nggak banget


Almarhum??


Udah "karatan" ya?

Papa, jangan jual aku.

OBAMA: Ooo BAyu agiperMAna

Siapanya Jenderal Achmad Yani?

Jual Beckham atau Calegnya sih?

Dapil Taman Safari atau Ragunan ya?

Lagi-lagi Beckham

MEEETTAALLL!!

Ehm, foto anaknya, pak?

Serem... ada goloknya.

Papanya siapa kek. Emang saya pikirin?

Sama-sama dari Demokrat

Baru bangun ya pak? Foto seperti ini bagaimana mau meyakinkan orang?

Ku bukan superstar...

Tataplah mata saya agar aku bahagia.
Catat telepon saya (kenapa dititik-titik?)
Dan saya calon LEGESlatif

Super Golkar!
Photoshopnya juga JUELEK!

Mau berantem?

Coblos atau contreng?

Turunan-turunan... Ada turun berok?

Wah papanya Nia Ramadhani!

Yang ini konon suaminya Anisa Bahar (plus tanda tangan, kenapa tidak sekalian kecup bibir?)

Nggak meyakinkan

Ya ampun bangga banget sama Dede Yusuf

Senin, 09 Februari 2009

RPPK Hari Ini!


Waahh.... Hari ini RPPK jam 15:00 di Auditorium. Padahal menurut saya tidak begitu menegangkan tetapi kenapa saraf otonom saya berkata lain. Kepala terasa berat hari ini dan, kata Andy, ketombe saya sudah seperti wijen di atas onde-onde (Ih, geli banget... -Hau)...

Sistem saraf otonom bekerja seenaknya begitu... >.<

Minggu, 08 Februari 2009

In Memoriam: SMFK-UAJ 2008/2009

Sebenarnya, kemarin adalah tanggal terakhir saya bertugas sebagai Pengurus Senat Mahasiswa FK-UAJ 08/09. Hari ini saya sudah terhitung sebagai ex-officio, artinya saya sudah tidak bertugas lagi, dan saya masih ada tugas untuk posisi ini hingga pengurus berikutnya resmi bertugas.

7 April 2008 - 7 Februari 2009 adalah waktu yang tidak terlalu panjang. Dalam 10 bulan saya bertugas sebagai Kepala Bidang Pendidikan dan Profesi SMFK-UAJ 08/09.

Banyak kenangan-kenangan tugas yang tentunya tidak bisa saya lupakan dalam periode ini. Ini adalah kali pertama saya masuk ke dalam pengurus inti SMFK-UAJ, setelah sebelumnya menjadi Wakil Ketua AToMA (06/07), Ketua AToMA (07/08). Namun sesuai RAD/ART SMFK-UAJ, kini ketua UPMM sudah terhitung pengurus SMFK-UAJ. Cukup kaget sebenarnya ketika saya diminta untuk mengemban tugas ini. "Mengapa saya?", pikir saya. Apalagi langsung Kabid. Namun saya menyetujuinya karena bidang kependidikan dan keprofesian ini salah satu bidang yang saya minati. Tentunya, pikir saya, saya akan mendapatkan pengalaman luar biasa. Dan memang, luar biasa.

Dalam kewajiban ini pula saya bisa mengalami berbagai pengalaman baru. Bertemu dengan rekan-rekan bidang yang, terus terang, pada awalnya saya tidak dekat atau kenal. Namun bisa bertemu dengan mereka, orang-orang luar biasa dan dengan keunikan personal masing-masing.

Bidang Pendidikan dan Profesi: The Apostles

Bidpendpro ini adalah tim yang berisikan saya, Sylvie (Kadep Iptek), Riana (Kadep Litbang), dan personal lainnya: Agus, Novi, Widya, Tei, Cece, Satya, dan Ka UPMM: Andreas (Atma SEARCH) dan Pramanta (AToMA) dan tidak lupa Keisha sebagai Asekbid1 dari Kestari alias Kesekretariatan.

Masing-masing punya khas. Betapa bawelnya cewek-cewek Bidpendpro yang suka bergosip (Hehehe... I'll miss that moment. Terutama ketika Makrab, cewek-cewek ini bawel banget deh). Mendengar keluh kesah dari mereka. Kemudian, berusaha menggolkan bantuan dana untuk delegasi ke Temilnas 2008. Menggodok MedScience Expo 2008. Seminar darah yang berdarah-darah (Makan korban Satya, jatuh dari Metromini di Grogol). Mendengar stresnya AMPT yang berusaha menyesuaikan jadwal akademik. Masih ada info karir, medskill, seksi pendidikan, ACLS, dan acara lainnya.

Namun satu hal yang cukup membuat saya salut pada orang-orang di bidang ini adalah hampir dalam semua kegiatan pasti ada orang-orang tersebut. Memang mungkin ada efek negatifnya, mengecilkan kesempatan yang lain. Tetapi mereka dengan sadar memilih itu dan bisa berkembang dan belajar di sana. Orang yang mau belajar, setidaknya ini yang saya lihat pada mereka. Dan efek baiknya, di dalamnya mereka saling mengenal dan lebih kompak. Bahkan ada yang beradik-kakak di dalamnya! Hehehe...

Dan kebanyakan dari mereka memilih untuk lanjut dalam perjuangan mahasiswa dalam SMFK-UAJ 09/10. Jangan pernah menyerah dan mundur dalam mewujudkan sesuatu. Lakukan hal-hal yang luar biasa. Dan jangan lupa untuk selalu ingat, berjuanglah demi nama baik FK-UAJ.

Untuk yang tidak lanjut, tetap berusaha dan berjuang demi FK-UAJ. Mungkin seperti saya ya, yang sudah tua ini ^^. Saya mohon diri dan kembali ke ruangan labkom nan dingin di Lantai 6 Gedung Lukas. Dan saya mohon maaf kalau selama 10 bulan ini ada kesalahan dan kekhilafan dan berbuat dan berkata. =) *Terharu

Kalau menurut sms Sylvie tadi pagi: "Guys, thanks banget mau jadi anak angkat gw."

Katakan hitam pada hitam
Katakan putih pada putih

Hidup mahasiswa!

Jumat, 06 Februari 2009

Tips Selamat di Kuliah Pre-Klinik Kedokteran a la Haurissa

Belajar menjadi dokter adalah hal yang menyenangkan.


Begini nih, saya ada beberapa tips yang bisa digunakan oleh mahasiswa kedokteran atau mungkin gambaran untuk calon mahasiswa di fakultas kedokteran. Ini adalah apa yang dirasakan oleh saya di pre-klinik FK-UAJ:
  1. Buatlah idealisme diri kamu mengapa ingin menjadi dokter. Misalnya: "Dengan menjadi dokter saya kelak, saya akan dapat menolong orang lain". Semua apapun yang menjadi tujuan kamu. Mungkin ada yang mengatakan ini adalah hal yang amat klise, namun pikiran dan cita-cita adalah milikmu, bukan miliki orang lain. Dengan tujuan ini akan menjadi motivasi kamu untuk selama kuliah baik pre-klinik atau klinik.
  2. Bantulah idealisme kamu dengan kata-kata semangat. Kalau bisa ditempelkan juga di kamar kamu. Misalnya: "Ujian Mata harus dapat A". Agar kamu bisa mengingatnya, kapanpun.
  3. Kuliahlah dengan tujuan untuk membantu kamu mengerti garis besarnya. Jangan jadikan kuliah sebagai satu-satunya sumber ingatanmu. Setelah itu ulanglah di rumah dan kalau kamu sempat, bacalah buku teks topik bersangkutan.
  4. Gunakan waktumu dengan bijak. Siapa yang bilang kuliah di FK kamu jadi tidak bisa bergaul, jalan-jalan, pacaran, atau apapun. Mahasiswa FK adalah manusia. Gunakan waktu yang tepat dengan porsinya masing-masing baik untuk belajar, jalan-jalan, makan, tidur.
  5. Ikutlah organisasi kampus. Jangan menjadi mahasiswa yang cuek bebek. Karena kamu akan menjadi mahasiswa yang tanpa koneksi dan relasi sosial yang baik. Dokter memerlukan kemampuan itu yang bisa kamu dapat melalui organisasi kampus.
  6. Nakal sedikit itu perlu. Nakal tapi yang tidak merugikan orang lain ya. Kadang-kadang hal ini bisa jadi pengalaman lucu dan bisa kamu ceritakan kelak ke anak kamu. Paling tidak ya:"Nak, dulu bapak pernah bolos-loh pelajaran ini." Hidup yang terlalu datar juga membosankan.
  7. Kembangkanlah daya pikir rasional dan logika dalam kedokteran. Ini sangat diperlukan karena kamu akan dituntut dengan mengintegrasi atau menggabungkan semua ilmu dalam menjawab kasus kedokteran. Jadi jangan pernah berpikir setengah-setengah.
Hingga saat ini, ini dulu yang terpikirkan... Hehehe... Nanti kalau ada tambahan, saya akan revisi lagi.

Selasa, 03 Februari 2009

Arti Sebuah Nama

"What's in a name" - William Shakespeare
Sebuah nama adalah sebuah identitas manusia. Dengan inilah seseorang disebut, dipanggil. Dengan ini pula ia meninggalkan sebuah kehidupan ketika ia mati. Orang mungkin tak tahu bagaimana rupanya namun tahu namanya. Menjadi sebuah kenihilan bila kita tidak tahu namanya.

Itulah, Valentinus Andreas Erick Haurissa.

Andreas dan Erick

Saya terlahir dengan Andreas Erick Haurissa. Kemudian ketika dibaptis di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, Jakarta, tidak lagi diberi nama baptis karena sudah tertera Andreas.

Nama kecil saya, Erick. Nama ini juga sebutan di keluarga besar. Entah mengapa nama tionghoa saya tidak begitu melejit, 张俊豪 (zhang jun hao). Nama tionghoa saya juga berbeda dari sepantaran saya. Saya menggunakan 俊 (jun) bukan 锡 (xi), karena kakek dari ibu menggunakan 锡, Ketika ia sudah meninggal, maka saya baru bisa menggunakan 锡. Akhirnya nama saya:

張錫豪(zhang xi hao)


Nama Andreas tidak begitu populer, karena saat SMP dulu ada juga nama yang mirip, Andryes. Nama Erick pun begitu, ada Erick Pranoto. Maka saya dikenal dengan: Andreas Erick saat SMP.

Valentinus

Nama Valentinus sendiri adalah nama Sakramen Penguatan atau Krisma (Saya lupa tahun berapa tepatnya, tetapi antara 2001 atau 2002).

The Ericks

Eric Sulistio, Andreas Erick Haurissa, Erik Japri, Limerick Kurniawan, Eric Nauli Sihite

Nama SMA menjadi tumpah ruah. Ada banyak Erick disitu! Andreas Erick, Erick Japri, Limerick Kurniawan, Erick Nauli Sihite, Eric Sulistyo, Erick Tjahyadi, Marselinus Erick. Lucunya, semua nama Erick luluh. Masing-masing memiliki nama panggilan yang tidak ada nama Erick sama sekali: Hau, Dayak (Andreas Erick), Japri (Erick Japri), Lim, Ebol (Limerick Kurniawan), Dagu, Gundam (Erick Nauli Sihite), Kiwi, Etip (Eric Sulistyo), Tjah (Erick Tjahyadi), Eble (Marselinus Erick).

Hau-Hau-Hau

Hau? Ya, Hau. Di sinilah nama Hau pertama didengungkan. Kata terakhir di nama saya, Haurissa, selama ini hanya disentuh oleh A Ma (Nenek ayah) yang memanggil A Hau. Selebihnya nama ini tidak pernah dipakai lagi.

Haurissa. Adalah nama yang.. cukup unik. Saya sendiri tidak pernah bertemu langsung dengan orang bernama Haurissa, kecuali kalau saat googling atau coba mencari di facebook. Haurissa adalah nama yang konon diberikan Tua Kou (Kakak ayah paling tua) karena nama Tionghoa saya, Hau, maka dicarikan padanannya Haurissa.

Nama ini saking asingnya pernah diubah-ubah oleh teman SMP menjadi Hiaurissa, Horizontal, dan entah apa lagi.

Nama ini menjadi puncaknya saat SMA. Semua memanggil saya dengan Haurissa dengan berbagai derivasinya: Haubee, Haubai (Ini artinya kotor sekali - khas anak CC), Hau-hau, Hau-u-ooo (khas Tarzan), Hau-hau-hau (Seperti anjing menyalak), Hauhahahahahau (gaya orang primitif). Entah apa lagi.

Hau kembali terbawa saat kuliah. Mungkin gara-gara teman CC yang membawanya. Sorakan: "Hau-hau-hau How Are You?" Khas UKM Sorak-Sorai (Bong dkk) menjadi hits. Namun ini memudar.

Ada yang menarik pula dengan nama Haurissa. Nama ini ternyata adalah nama khas untuk masyarakat timur Indonesia (Maluku, Papua). Padahal saya adalah WNI Keturunan China. Bahkan sampai orang Bagian Pendaftaran di Universitas pernah bingung, nama Haurissa kok China? ~ Halah.

Saya pun hanya tersenyum simpul.

Senin, 02 Februari 2009

Akankah Saya Berhenti Berkarya

Tahun 2009 mudah-mudahan menjadi tahun terakhir masa pre-klinik saya. Di sini adalah titik saya dapat menoleh ke belakang untuk mengetahui apa yang sudah saya lakukan sebagai mahasiswa. Saya tahu bahwa saya banyak menghabiskan waktu saya dengan bekerja dan terkadang menyingkirkan waktu belajar.

Saya mencoba satu gaya baru di Semester Padat ini. Saya coba untuk mengurangi porsi ekstrakurikuler saya. Saya banyakkan dalam intrakurikuler. Ini tidak membuahkan apapun. Saya lebih merasa "tidak berguna". Mudah-mudahan ini bukan gejala awal geriartrik.

Ketika saya di kampus dan menjalankan ekstrakurikuler saya, sepertinya saya merasa kebebasan eksistensial saya hadir. Saya lebih merasa bersemangat dan merasa lebih fungsional. Saya malah berusaha mencari-cari pekerjaan itu. Apapun yang dapat saya lakukan dan saya diberikan kesempatan berkarya.

Entah memang banyak yang mengeluhkan ini. Namun, bagaimana? Saya merasa nyaman dengan pekerjaan ini. Walaupun saya kadang mengeluh namun saya senang melakukannya. Ketika itu tak ada, saya akan mencarinya.

Walau sempat ada keluh kesah lelah, namun ini memberikan kepuasan batin
INTIMA 2006