Sabtu, 01 Mei 2010

Catatan Kuliner Koas Forensik (1)

Super Penyet


Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa waktu 4 minggu di Semarang, oleh koas forensik juga dimanfaatkan sebagai waktu bernapas sedikit lega. Mungkin juga mendapat suasana yang berbeda dari Jakarta, menghabiskan waktu penuh di Semarang, juga tentunya dimanfaatkan untuk berwisata. Apalagi bila sebelumnya adalah koas siklus mayor yang juga menguras tenaga selama 10-11 minggu.

Salah satu wisatanya adalah wisata kuliner! Wisata olahraga mulut. Mungkin beberapa catatan ini berguna bagi mereka yang akan berada di Semarang:


  • Warteg Ibu Dewi, depan RS Kariadi di dekat Jalan Solo. Warteg yang lumayan untuk rasa dan harganya. Udang gorengnya cukup nikmat dan banyak pilihan makanan lain. Range harga sekitar Rp 5000-10000.
  • Super Penyet. Restoran sekitar Jalan Gajahmada. Yang mengagetkan bagi saya, makanannya cukup terjangkau antara Rp 10000-25000
  • Kantin Departemen Forensik. Ya cukuplah, nasi kotak 5000an. Gorengan 1500an. Juice 4500an. Belum ditambah ibunya yang lembbbuuuttt banget ngomongnya. Sampai ketika saya tak sengaja memecahkan botol teh, "Ndak apa-apa, mas". Waduh, jadi nggak enak..
  • Mie Lampung. Di dekat RS Kariadi. Harganya lumayan Rp5000-15000. Biasanya tempat kami makan sayur (karena makanan khas koas sering kurang serat). Kangkung cah tauconya lumayan. Untuk rasa, standar-standar saja.
  • Sapi Bali Semarang. Di Jalan Sibayak dekat Hotel Grand Candi di daerah Sisingamangaraja. Jelas sekali ini adalah makanan penuh dosa karena: enak banget, mahal, banyak lemaknya. Untuk iga bakar kecap saja seharga Rp35000+
  • Rumah Ijo. Sebelah Mie Lampung. Menu penyet. Harga lumayan murah, dan rasa standar. Namun yang enak banget adalah jus alpokat oreo... (seharga Rp 4500).
  • Delivery Lombok Idjo, menu ayam dan empal. Harga sekitar 10.000an. Rasanya enak dan apalagi para penikmat sambal. Saya memesan empal sambal terasi, enak. Tetapi menurut saya lebih enak di Super Penyet.
  • Nasi Ayam Bu Nyoto di depan sekolahan Pangudi Luhur Santo Yusup di Jalan Mataram. Ada si Eric dan Dedi yang mengantar ke sini. Makanan ala Semarang. Nasi dengan kuah santan, kuah sayur labu (?), dan potongan ayam. Harga Rp 8000.
  • Es Puter Conglik di dekat Hotel Horison Simpang Lima, jalan Ahmad Dahlan. Semacam es puter, ketika saya datang ada rasa cokelat, duren, leci, dan kelapa. Harga es krim duren 10000, non-duren 8000.
  • Nasi Pecel Yu Surip. Saya lupa dimana, karena saya hanya diantar saja oleh si Eric. Hehehehe... thanks sarapan paginya. Enak! Harganya Rp 5000.
  • Nasi Gandul Pak Subur di Jalan Ahmad Dahlan setelah RS Telogorejo dari arah Simpang Lima. Nasi dengan kuah daging sapi bersantan. Yang suka jeroan, bisa dipesan. Apalagi diiringi dengan penyanyi jalan yang bagus suaranya! Harga Rp 8000an.
  • Jagung Bakar Serut, sama di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan. Ya, jagung bakar seperti biasa yang dilepaskan dari tongkolnya.
  • Lekker Paimo di depan Kolese Loyola, Jalan Karanganyar. Lekker cokelat, karamel, hingga telor sosis keju. Harga range Rp 1000-8000an. Dan tampaknya lekker ini legendaris dan ia tahu kita mahasiswa forensik dari Jakarta. Ketahuan kali ya gelagatnya hahahaha....
  • Asem-asem Koh Liem, tak jauh dari Kolese Loyola. Asem-asem itu semacam daging sapi kuah asam. Enak, dan ada juga menjual sate babi. Asem-asemnya seharga Rp 15.000.
  • Bakmi Titee Gang Lombok di Jalan Gajahmada samping bakery Swiss. Semacam bakmi, kuah, daging ayam dengan sayur. Lumayanlah, menurut saya. Harga Rp 12500.
  • Nasi Goreng Babat, ada di satu area Bakmi Titee. Menurut saya sih masih enakan nasi goreng babat di eat and eat, MKG5, Jakarta. Tapi bolehlah. Harga Rp 15000.
  • Es krim Toko Oen, di Jalan Pemuda di depan Mall Sri Ratu. Es krimnya sungguh luar biasa. Rasanya beda dan terasa asli banget. Apalagi rasa buah-buahannya. Memang harga agak mahal, tapi enak banget. Setaralah dengan harganya. Harganya berkisar Rp10000-17500an.
Dan ini adalah wisata pada 7 hari pertama dan sudah berhasil membuat berat badan saya naik 3 kg. =) Nantikan jilid keduanya.

0 buah diagnosa diferensial telah diberikan:

Posting Komentar

Para konsulen dipersilahkan menuliskan diagnosa diferensial untuk kasus ini: