Jumat, 08 Desember 2006

Bantahan Argumen Pro Poligami

Ini bahasan yang gw dapat dari TOPIK MINGGU INI di SCTV Rabu subuh lalu.
Jadi dibuat pembicaraan empat orang dengan posisi:
Anggota Komnas HAM dan Satu tokoh NU (kontra poligami)
Bapak Puspo (yang terkenal isterinya 4 itu) dan Ibu Yoyoh (Wakil Ketua Pansus RUU APP)


Pernyataan dengan tanda (*) adalah komentar gw sendiri.


Banyak kelemahan dalam berargumen dalam pembicaraan tersebut. Disini saya mau membantah semua argumen dari PRO POLIGAMI.
Saya tidak banyak memiliki pengetahuan ttg Islam, tapi inilah yang saya dapat dari dialog itu.


1. Masalah Islam melegalkan Poligami atau tidak?
*Di sini terjadi kesimpangsiuran di pihak pro mengatakan itu "sunnah"
dan Bapak Puspo mencontohi Nabi Muhammad (meneladani). Tapi dibantah
oleh dua yang pro, Islam itu menganut monogami. Nabi Muhammad memiliki
alasan tersendiri untuk poligami (berdasarkan situasi saat itu). Nabi
Muhammad sendiri berpoligami setelah isteri pertakanya meninggal. Jadi
bukan karena atas dasar "sistem patriarkhi".
*Tapi muncul juga perdebatan ketika ditanya apakah Islam menyatakan
kesetaraan gender atau tidak? Ketika patriarkhi dinyatakan oleh pihak
pro, bukannya mereka secara tidak langsung mengiakan bias gender? Namun
hal ini cepat2 dibalas oleh kontra poligami dan menyatakan dengan tegas
bahwa Islam tidak merendahkan salah satu gender dan berpihak pada
monogami. Disini gw lihat interpretasi masih sangat plural.


2. Bapak Puspo melakukan poligami sebagai teladan nabi dan menunjukkan kepemimpinan laki-laki.
*Ini jelas patriarkhi sekali. Sepertinya dia perlu MANAJEMEN SYAHWAT disamping MANAJMEN KALBU.


3. Bapak Puspo mengatakan poligami adalah HAK PEREMPUAN. Sedangkan Ibu Yoyoh mengatakan itu HAK LAKI2.
*Hayo bapak-ibu mana yang benar? Disini argumen pecah.


4. Ibu Yoyoh mengatakan poligami boleh DARIPADA BERZINAH.
*What??? Ini akhirnya dimainkan ala logika oleh Bapak Komnas HAM. Bila
begitu maka Poligami dilakukan atas alasan perzinahan. (Secara etis,
bolehkah kita membuat hal yang dianggap "baik" dari hal "buruk"?) Dan
bila ujungnya sudah salah, apakah seterusnya dapat dibenarkan??


5. Ibu Yoyoh dan Pak Puspo mengatakan bahwa Poligami ada karena jumlah wanita lebih banyak dari pria. Maka pria boleh poligami.
*Bisa ditarik kesimpulan dari itu?


6. Ibu Yoyoh mengatakan banyak Poligami yang bahagia kok dan monogami pun banyak yang sengsara.
*Mekanisme defensi sekali, Ibu. Ini dalam psikiatri disebut mekanisme "Proyeksi". melemparkan keslaahan ke orang lain.


7. Ibu Yoyoh mengatakan bahwa Poligami itu boleh asal syarat-syaratnya dipenuhi.
*Syarat apa? apakah syarat itu termasuk perasaan?


8. Pak Puspo tidak dapat menjawab apa-apa ketika ditanya mengenai salah satu pasangannya yang meminta cerai.
*Katanya bahagia, Pak?


9. Ibu Yoyoh tidak dapat berkomentar banyak ketika ditanya jika pria
boleh poligami, apakah wanita boleh poliandri? Di sini keluar
pertanyaan dari moderator karena statment yang keluar dari Ibu Yoyoh:
Pria memiliki syahwat yang lebih tinggi dari wanita. Nah dibalik kalau
wanita yang lebih tinggi syahwatnya bagaimana? Sampai ia berkomentar,
"Poliandri? boleh, kalau ia keluar dari agama ini."
*Apa??? Saya langsung berpikir, mendingan dia belajar psikologi dan
psikiatri. tahukah dia mengenai hiperseksual? Pria atau pun wanita pun
bisa seperti itu. Yang diperlukan, manajemen syahwat.


10. Poligami untuk menolong wanita, janda, dll.
*Membantu harus dinikahi kah? Suatu perbuatan menolong dengan pamrih.

0 buah diagnosa diferensial telah diberikan:

Posting Komentar

Para konsulen dipersilahkan menuliskan diagnosa diferensial untuk kasus ini: