Jumat, 01 Desember 2006

Pemburu Tikus

Hari ini saat yang saya kenang... Ketika terjadi pembunuhan dan penyiksaan. Ugh.


Hari ini, saya sedang asyiknya mengetik agenda untuk WONDER. Tiba-tiba, sepupu saya teriak


"Ko, di kamar mandi ada tikus!"

"Tikus? Kayaknya tadi tidak ada."

Alhasil, saya turun dan melihat sejuntai ekor tikus di belakang pintu kamar mandi.

"Mati tuh tikus?"

"Nggak tahu...", lalu sepupu saya itu berjalan ke arah tikus (menghampiri -red). Tikus itu bergerak dan berlari. Saya mencoba mencari sapu atau tongkat dan tiba-tiba saya merasa suram...

"Tek"

*Sesuatu yang lembut ada di kaki saya. Lembut sekali...


Tanpa pikir panjang, saya langsung melarikan dari tempat kejadian. Sepupu saya teriak, "Koko, injak tikus itu!"


"Masak?", pikir dalam hati. Lalu saya dekati tikus itu, agak-agaknya separuh nafas dan mulai muntah darah. Muntah darah dua kali. Tikus... Tampaknya saya telah menginjak bagian kaput (kepala) tikus...


Akhirnya tikus itu menghembuskan nafas terakhirnya dan diiringi dengan pengki dan dibuang ke tempat sampah tetangga (maaf om dan tante sebelah...).


Sepupu saya yang heboih langsung mengambil sabun dan alkohol untuk menghindarkan pes terjadi di rumah ini...


Sekarang saya masih merasakan bayang-bayang kepala tikus itu di kaki. *Lembut.... Uek.

0 buah diagnosa diferensial telah diberikan:

Posting Komentar

Para konsulen dipersilahkan menuliskan diagnosa diferensial untuk kasus ini: