Minggu, 01 April 2012

Perpisahan

Tulisan ini saya terpikir sepanjang hari ini. Hari ini adalah sebuah hari yang tak biasa bagiku, terutama ketika saya harus berbagi salam sampai jumpa kepada setiap orang yang saya temui pada hari ini. Sekalipun ini mungkin ini tampak terlalu berlebihan namun sekali lagi inilah apa yang kurasakan.

Saya berusaha tampak tegar dengan apa yang saya rasakan sepanjang dua minggu ini, setidaknya setelah pengumuman PTT ini terjadi. Saya tahu bahwa saya sepantasnya bersyukur bahwa semoga hal ini dapat menjadi milestone dalam hidup saya. Namun saya juga merasakan bahwa inilah juga sebuah akhir dari babak ini. Saya pun terusik pilu di dalam diri, entah apakah ini karena saya meninggalkan zona kenyamanan saya, atau saya akan menemui sesuatu babak baru, atau mungkin karena saya meninggalkan sesuatu?

Saya sebenarnya tidak begitu menyukai dengan apa yang dinamakan perpisahan atau farewell. Apalagi dengan babak ini. Setidaknya satu tahun saya akan ber-PTT. Satu tahun? Mungkin Anda akan berkomentar, "Hey, satu tahun itu kecil." Ya, saya dalam diri juga meng-amin-i demikian. Saya tahu dibandingkan dengan 6 tahun perjuangan saya di FK, satu tahun hanya sekian persen saja. Dan waktu akan berlalu begitu cepat. Saya pun meyakinkan diri, "Hey, ini jalanmu, jalanmu di dalam hidup ini. Sebuah jalan yang harus kami hadapi dengan segala konsekuensinya. Kamu harus yakin bahwa ada Tuhan dan sesama yang mendukungmu." Saya tahu dengan di atas, namun memang dalam hati kecil saya, saya tidak menyukai perpisahan.

Mungkin rasa ini sudah mulai mengklimaks ketika saya bertemua dengan teman sehidup semati di Central Park pada hari Rabu silam. Ketika saya menunggu lama dan saya diberi hadiah raket nyamuk, dan perihal alat rumah tangga lainnya. Sungguh unik dan lucu. Ini mungkin akan menjadi penghiburan bagi kami yang mungkin akan tak bertemu dalam waktu yang lama. Namun haru biru, terutama ketika kami berpisah dan saling memberi semangat dan doa kesuksesan.

Begitu pula ketika bertemu teman yang kami kerap bersama, walaupun tak lengkap, kami bersama bersantap malam. Dan ketika kami melewatkan tengah malam di karaoke dan lagi kami berlambai tangan. Terutama pula, ketika saya melewatkan sebuah malam minggu bersama teman dekatku. Malam begitu singkat dan begitu galaunya.

Dan malam ini sembari mengetikkan tulisan ini, saya berpandang sekeliling melihat kamarku yang menjadi bagian hidupku selama hampir 5 tahun ini. Ketika kamar sudah begitu rapi, dan tampak mengosong dibandingkan biasanya. Buku-buku tersusun rapi, tak berantakan seperti biasanya. Dan  barang yang tersusun dalam bungkusan. Seketika aku teringat tentang hal-hal yang terjadi di dalam ruangan ini. Aku akan rindu dengan suasananya, baunya, suara detak jamnnya, sambungan internet cepatnya.

Aku ingin menikmati waktuku yang tak sampai 5 jam lagi di kamarku ini.
Aku bertikai dengan ketegaranku. Ketegaranku ku buat membisu setidaknya untuk menit-menit ini.

Dan saya juga ingin berbagi, jurus anti jampi-jampi dari Ie Ie Susan (tante saya) dalam menghadapi kegalauan ini, Mazmur 91.

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

0 buah diagnosa diferensial telah diberikan:

Posting Komentar

Para konsulen dipersilahkan menuliskan diagnosa diferensial untuk kasus ini: