Jumat, 16 Agustus 2013

Backpacking Vietnam-Kamboja (1): Persiapan

Well, saya akhirnya menyempatkan diri untuk menyelesaikan laporan perjalanan meransel bersama ibu saya ke Vietnam dan Kamboja pada April lalu (Sudah lama ya hehehe...)

Mengapa Vietnam-Kamboja?
Utamanya adalah karena saya ingin sesuatu yang baru. Sesuatu yang anti-mainstream. Lalu negara yang dapat saya masuki dengan tanpa mengurus visa karena waktu mempersiapkan perjalanan ini sejak awal tahun 2013, saya masih berada di Menjalin, Kalimantan Barat. Dan... kalau bisa saya ingin menjelajah banyak negara. Awalnya saya ingin membolang ke Vietnam-Kamboja-Laos, tapi Laos terpaksa saya coret karena mengingat kesehatan ibu yang juga harus dijaga.

Persiapan?
Untungnya, di Pontianak ada Gramedia dan ada online bookstore. Saya membeli beberapa buku referensi backpacking Vietnam dan Kamboja ("Kamu ngapain beli banyak benar."-kata ibu saya). Dan.. saya juga ada buku Lonely Planet Southeast Asia on a shoestring. Ya, saya ingin mendapatkan data-data sebanyak-banyaknya, beberapa blog, milis Backpackerdunia, dan Mbak Eka Priyanti yang tidak segan menjawab berbagai pertanyaan dari e-mail saya.

Ya, mengurus backpacking memang tidak mudah. Tidak seperti tur yang tinggal lenggang kaki. Saya harus memutar otak menyusun itinerary, tempat makan, budget, transportasi. Namun seru banget!

Itinerary Kasar
Rute yang saya rencanakan: Jakarta-transit Kuala Lumpur-Ho Chi Minh City (HCMC)-Phnom Penh (PP)-Siem Reap-Kuala Lumpur-Jakarta. Rute ini memang rute klasik sebagai highlight dari Vietnam (khususnya Vietnam Selatan) dan Kamboja.

Transportasi
Untuk transportasi, demi menekan anggaran, saya akhirnya memilih maskapai berbiaya rendah (LCC), Air Asia untuk rute Jakarta-Ho Chi Minh City (HCMC), dan Siem-Reap-Kuala Lumpur. Untuk dari Kuala Lumpur-Jakarta saya memilih Lion Air karena ingin menghabiskan 2 hari lagi di Kuala Lumpur.

Nah, sebenarnya untuk keberangkatan Jakarta-HCMC saya sudah memesan penerbanagan langsung. Namun apa lacur, penerbangan langsung Jakarta-HCMC ditutup di satu hari setelah tanggal keberangkatan. Pada akhirnya saya harus memesan Jakarta-Kuala Lumpur-HCMC dengan tambahan lagi.

Jadi ini rincian transportasi saya:
- Jakarta-Kuala Lumpur: QZ 8190,14 April 2013, 06:25 Local Time-09:25 Local Time (Rp 496.000,-/pax belum inc Airport Tax Jakarta)
- Kuala Lumpur-HCMC: AK 1452, 14 April 2013, 14:55 Local Time-15:50 Local Time (RM 157/pax, inc. Airport Tax LCCT Kuala Lumpur) 
- HCMC-Phnom Penh, Phnom Penh-Siem Reap dengan bus lokal. Dapat dibeli langsung di HCMC.
- Siem Reap-Kuala Lumpur: AK 1483, 23 April 2013, 8:35 Local Time-11:35 Local Time (78,7 USD/pax inc. Airport Tax Siem Reap)

Pemesanan tiket Air Asia semua dilakukan di website. Harga tiket pergi dengan bagasi 15 kg berdua dan pulang 20 kg berdua, tanpa makan di pesawat.

Akomodasi

Untuk penginapan saya menginap di guest house atau hostel berbiaya rendah. Sejujurnya saya lebih suka menggunakan guesthouse, karena saya otomatis pun hanya menggunakan kasur dan kamar mandi saja selama menginap. Dan yang penting juga saya mencari hostel yang petugasnya dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris hehehe... Hampir semua (kecuali Golden Mango Inn, saya memesan di Hostelworld.com.)
- HCMC: Ngoc Thao Guesthouse di Jalan Pham Ngu Lao.  Bersih, rapi, dan Mrs Ngoc sangat membantu kita. Ada kamar dorm dan private. Saya sangat menyarankan tempat ini. Saya memilih kamar double private, harganya Rp 92.000/orang/malam.
- Phnom Penh: Velkommen Guesthouse (berbeda dengan Velkommen Guesthouse). Letaknya dekat sekali dengan Sisowath Quay. Bersih, rapi itu pasti. Harganya Rp 87.000/orang/malam
- Siem Reap: Golden Mango Inn. Saya memesan langsung di webnya. Penginapan ini bukan sekesar guest house namun sudah mirip hotel. Murah, bersih, dan ramah banget! Memang kekurangannya adalah letaknya agak jauh dari pusat kota Siem Reap. Namun, mereka menyediakan tuk-tuk gratis dari hotel ke pusat kota (tapi pulangnya bayar sendiri loh). Harga untuk kamar doublenya 25 USD/kamar/malam.

*Semua penginapan memberi fasilitas handuk. Sabun tidak diberikan di HCMC dan PP, namun kalau kamu tidak mau membawanya, bisa dibeli di minimart terdekat.

Barang yang dibawa
Barang yang dibawa masih tergolong standar. Jangan lupa untuk membawa payung, poncho, dan masker mulut.

Uang
Siapkan saja USD termasuk pecahan kecil seperti USD 1. Untuk penukaran VND (Vietnam Dong) bisa dilakukan setelah tiba di HCMC. Ya, rate-nya jauh lebih bagus di sana dibandingkan kalau menukar di Jakarta. Untuk di Kamboja, USD sangat banyak dipakai selain mata uang negaranya, Riel. Jadi tidak perlu khawatir :) Ohya, kalau mau transit di KL, bisa disiapkan MYR (Malaysian Ringgit).

Blackberry Internet Service (BIS)
Katanya bukan orang Indonesia namanya kalau tidak membawa BB kemana-mana? Saya menggunakan XL yang memiliki gratis BIS 3 hari di Vietnam dan Kamboja. Namun jangan khawatir, di tiap hostel biasanya sudah terdapat fasilitas wi-fi, jadi masih tetap mengakses BB via wi-fi tanpa roaming.

Peta
Memang, biasanya akan disediakan peta dari hostel. Namun tidak ada salahnya kita membawa cetakan Google Map terutama untuk tempat-tempat yang mau dikunjungi dengan berjalan kaki. Aplikasi Citymaps2Go di iOS juga sangat membantu loh.

Dan ambil paspormu, kita berangkaaaattt!


1 buah diagnosa diferensial telah diberikan:

Para konsulen dipersilahkan menuliskan diagnosa diferensial untuk kasus ini: